Wilayah Bekasi beberapa hari ini menjadi sorotan publik. Tapi hal ini bukan karena prestasi pembangunannya. Ini bukan pula karena kehebatannya mewacanakan diri dalam pentas media nasional. Semua itu, sayangnya, gara-gara ulah iseng sebagian netizen, warga yang aktif berkomunikasi di Twitter.
Yang menjadi sorotan netizen adalah suhu panas dan kemacetan lalu lintas di wilayah Bekasi. Suhu panas sebetulnya tak hanya terjadi di wilayah Bekasi. Jakarta dan Bekasi beberapa hari yang lalu mencatat suhu udara 40 derajat Celsius. Untuk suhu panas ini, Bekasi diledek di Twitter dengan gambar "planet Bekasi yang dekat dengan matahari".
Soal kemacetan di jalan raya, netizen menyoroti titik kemacetan di depan pintu jalan tol Barat Bekasi. Harus diakui bahwa kemacetan parah di titik ini terjadi setelah adanya pembangunan dua mal besar di situ. Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi memang harus menjawab dan bertanggung jawab dalam hal ini, walaupun pembangunan mal itu warisan wali kota lama.
Anehnya, dalam semua sindiran dan pemberitaan di media massa, yang menjadi sasaran adalah wilayah Kotamadya Bekasi. Dan yang dijadikan narasumber sasaran adalah Wali Kota Rachmat Effendi. Padahal, wilayah Bekasi juga mencakup kabupaten yang mempunyai bupati sendiri. Kondisi dan pemerintahan di kabupaten juga lebih memprihatinkan, tapi kok tidak menjadi sorotan? Mungkin ini bias media Twitter yang didominasi warga kotamadya.

Sumber : (Muhammad) http://koran.tempo.co/konten/2014/10/17/354622/Oh-Bekasi

0 comments:

Post a Comment

GUNADARMA UNIVERSITY

GUNADARMA UNIVERSITY
Powered by Blogger.

visitors

About Me

Hai. I am Abdul Latief. Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran.

Labels

Popular Posts