Wilayah Bekasi beberapa hari ini menjadi sorotan publik. Tapi hal ini bukan karena prestasi pembangunannya. Ini bukan pula karena kehebatannya mewacanakan diri dalam pentas media nasional. Semua itu, sayangnya, gara-gara ulah iseng sebagian netizen, warga yang aktif berkomunikasi di Twitter.
Yang menjadi sorotan netizen adalah suhu panas dan kemacetan lalu lintas di wilayah Bekasi. Suhu panas sebetulnya tak hanya terjadi di wilayah Bekasi. Jakarta dan Bekasi beberapa hari yang lalu mencatat suhu udara 40 derajat Celsius. Untuk suhu panas ini, Bekasi diledek di Twitter dengan gambar "planet Bekasi yang dekat dengan matahari".
Soal kemacetan di jalan raya, netizen menyoroti titik kemacetan di depan pintu jalan tol Barat Bekasi. Harus diakui bahwa kemacetan parah di titik ini terjadi setelah adanya pembangunan dua mal besar di situ. Wali Kota Bekasi Rachmat Effendi memang harus menjawab dan bertanggung jawab dalam hal ini, walaupun pembangunan mal itu warisan wali kota lama.
Anehnya, dalam semua sindiran dan pemberitaan di media massa, yang menjadi sasaran adalah wilayah Kotamadya Bekasi. Dan yang dijadikan narasumber sasaran adalah Wali Kota Rachmat Effendi. Padahal, wilayah Bekasi juga mencakup kabupaten yang mempunyai bupati sendiri. Kondisi dan pemerintahan di kabupaten juga lebih memprihatinkan, tapi kok tidak menjadi sorotan? Mungkin ini bias media Twitter yang didominasi warga kotamadya.

Sumber : (Muhammad) http://koran.tempo.co/konten/2014/10/17/354622/Oh-Bekasi


Sebanyak 19 orang warga Kota Depok Jawa Barat meninggal dunia akibat menderita penyakit HIV/AIDS, karena rendahnya tingkat kesadaran mereka untuk meminum obat anti retroviral virus (ARV).

"Tingkat kesadaran para ODHA (orang dengan HIV/AIDS, red) belum tinggi. Dari 387 ODHA, hanya 35 orang atau kurang dari 10 persen saja yang rutin mengonsumsi obat anti ARV," kata Pendiri Kuldesak Samsu Budiman, dalam acara workshop Penanggulangan HIV/AIDS di Depok, Jumat.

Ia mengatakan dari data yang dimiliki LSM Kuldesak yang mendata 387 penderita HIV/AIDS, hanya 35 orang yang bersedia mengonsumsi ARV. Ada banyak faktor mereka enggan meminum obat tersebut salah satunya karena aksesnya yang kurang strategis.
"Lokasinya yang masih jauh dari kediaman mereka. Kemungkinan mereka yang jauh dari RSUD Depok enggan mengakses ke sana karena alasan lokasi," katanya.

Faktor lainnya, kata dia, masih banyak ODHA yang menolak karena adanya efek samping sementara dari ARV. Efek samping sementara yang ditimbulkan misalnya ruam kulit dan terasa mual. Dikatakannya obat ARV dibutuhkan para ODHA agar daya tahan tubuh terjaga.

"Seharusnya ODHA tetap mengonsumsi ARV agar daya tahan tubuhnya stabil. Fungsinya untuk menekan jumlah virus agar imunitas tubuh menjadi bagus," katanya.
Menurut dia wilayah paling tinggi penderita ODHA di Kota Depok adalah di Kecamatan Pancoran Mas (62). Kemudian, Kecamatan Sukmajaya (55), Cimanggis (40), Beji (35), Cinere (33), Sawangan (26).

Kemudian Cipayung (22), Cilodong (14), Limo (9), Bojongsari (7) dan Tapos (6). Dengan korban meninggal dunia seluruhnya mencapai 19 orang. Dalam waktu dekat diusulkan adanya satelit untuk ODHA agar bisa mengambil ARV.
"Kami harap mereka tidak kesulitan lagi harus mengambil obat ARV di RSUD Depok," katanya.

Sumber : http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20141024/179657/Belasan-Orang-di-Depok-Meninggal-Akibat-HIV-AIDS


Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait mengatakan kasus kejahatan seksual terhadap anak pada saat ini sudah sangat darurat. 

"Ini sudah darurat tingkat nasional," kata Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Senin (27/10).

Untuk itu, ia berharap pemerintah memprioritaskan berbagai program yang bertujuan untuk menghapuskan kasus kejahatan seksual terhadap anak.

"Pemeritah harus berani, harus tegas, untuk menghapuskan kasus kejahatan seksual terhadap anak, karena ini statusnya sudah darurat," katanya.

Ia menambahkan, pihaknya berharap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise dapat bertindak tegas dalam kasus kejahatan seksual terhadap anak.

"Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak harus punya 'gigi' dalam menuntaskan kasus ini," katanya.

Ia menambahkan, Komnas PA akan menggelar Deklarasi Indonesia Satu dalam Menentang Kejahatan Seksual Terhadap Anak.

"Rencananya akan berlangsung pada tanggal 2 November di Bundaran HI," katanya.
Ia menjelaskan, pihaknya juga akan mengundang Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise.

"Kami mengharapkan Menteri Yohana yang baru dilantik oleh Presiden Joko Widodo dapat hadir," katanya.

Acara tersebut, kata dia, digelar untuk meningkatkan komitmen seluruh pihak dalam menghapuskan kejahatan seksual terrhadap anak.

Sementara itu, Yohana Susana Yembise merupakan dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih Jayapura, Papua dan adalah perempuan Papua pertama yang diberi gelar guru besar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sebagai profesor doktor bidang silabus desain dan material development.

Istri dari Leo Danuwira ini lahir di Manokwari, pada 1 Oktober 1958 dikukuhkan menjadi profesor doktor oleh Rektor Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Papua, Festus Simbiak, di Auditorium Uncen, Rabu (14/11) . Sebelum Yohana didaulat menjadi profesor, ia memiliki segudang pengalaman, jabatan dalam pekerjaan.

Sumber : http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20141027/180006/Kejahatan-Seksual-Anak-Sudah-Darurat-Tingkat-Nasional

Gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Depok terbakar. Kejadian tersebut terjadi setelah truk solar mengisi bahan bakar di sebuah proyek pengerjaan tol Cinere – Jagorawi (Cijago).

Proyek tol seksi II di Jalan Juanda tersebut saat ini tengah dalam pengerjaan. Api berasal dari gudang penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang digunakan untuk operasional pengerjaan proyek tol setiap hari.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok Yayan Aryanto mengatakan, kebakaran berasal dari gudang kantor milik PT Hutama Karya jalan Tol Cijago Juanda. Diduga ada kesalahan prosedur yang membuat mobil tangki ikut terbakar.


"Yang kebakar gudang penyimpanan BBM, diduga ada kesalahan prosedur," tegas Yayan di Depok, Selasa (28/10/2014).
Yayan memastikan tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sembilan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api di Jalur Pipa Gas Jalan Juanda, Depok.


Kejadian tersebut menyebabkan gudang penyimpanan solar hangus terbakar termasuk satu unit mobil tangki solar dan sepeda motor yang juga hangus terbakar.

Kejadian tersebut juga mengakibatkan dua orang luka bakar, mereka adalah pekerja proyek. "2 orang luka bakar sudah dibawa ke RS Sentra Medika," katanya.



Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memperkirakan di bulan November akan terjadi longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.  Ancaman longsor sangat besar mengingat musim kemarau yang berlangsung panjang dan membuat lapisan tanah kering.

"Setelah musim kemarau panjang, hujan akan turun lebat. Kondisi ini sangat berbahaya karena pergerakan tanah di Kabupaten Bogor yang tinggi, sehingga  potensi terjadinya longsor sangat  besar," kata Ketua BPBD Kabupaten Bogor, Yos Sudraja, di Bogor, Rabu (29/10).

Data BPBD Kabupaten Bogor, ada empat Kecamatan yang memiliki resiko tinggi terjadinya longsor, yaitu Leuwiliang, Cigombong, Nanggung dan Sukamakmur.
Selain itu, wilayah pertambangan Bogor Barat juga berpotensi terjadinya longsor, seperti di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.


"Selain pergerakan tanah yang tinggi, kepadatan penduduk di beberapa wilayah tersebut juga tinggi. Kondisi ini sangat membahayakan karena kemampuan tanggap bencana masyarakat di sana juga rendah," katanya.

Di samping empat kecamatan rawan longsor, sebanyak 28 Kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor juga teracam terjadi longsor karena lokasi wilayahnya berada di daerah perbukitan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Dedi Sucahyono manjelaskan, musim hujan akan terjadi pada awal November dengan intensitas 50-100 milimeter.
Ancaman tanah longsor kata Dedi juga bisa disebabkan retakan lengkung memanjang pada lereng dan juga bangunan di atas bukit atau pegunungan sehingga mempengaruhi beban tanah.

"Untuk itu, masyarakat harus siaga saat memasuki musim penghujan di bulan November mendatang. Saat hujan lebat, masyarakat agar lebih waspadai saat mendengar suara gemuruh atau patahan akar pohon," katanya.

Sumber : http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20141029/180303/Bogor-Waspada-Longsor

Seorang siswi berjilbab dan pasangannya diamankan Satpol PP saat bersetubuh di sebuah bilik warung internet (warnet) di Kedawung, Cirebon, Jawa Barat. Saat diperiksa, petugas Satpol PP menemukan dua kondom bekas pakai di saku celana siswi sebuah sekolah madrasah tersebut.  

Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat memergoki siswi sebuah Madrasah Aliyah (AR) dan siswa SMK (DA) tengah bersetubuh di sebuah bilik warnet yang berlokasi di Kedawung, Cirebon, Rabu (3/9).
Disdik segera mengamankan kedua pelajar mesum tersebut setelah menyisir sejumlah warnet lainnya untuk menertibkan pelajar maupun pegawai negeri yang bolos kerja. Keduanya diketahui tengah asyik mesum sambil menonton video porno di dalam bilik warnet tersebut.

Razia dilakukan tim gabungan terdiri dari Disdik, Satpol PP, dan Dinas Kominfo berhasil mengamankan sejumlah alat bukti berupa dua buah kondom bekas pakai di saku rok AR berikut selembar celana dalam miliknya.
Apalagi, dari dalam saku rok AR petugas menemukan dua kondom bekas pakai. Petugas pun mengamankan kondom tersebut serta celana dalam milik AR dan membawa keduanya ke Kantor Satpol PP Kabupaten Cirebon yang terletak di Sumber.

“Razia kami lakukan di sejumlah titik, dan warnet jadi salah satu tempat yang kami razia,” kata Abraham, Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, Rabu (3/9) malam.
Setelah diinterogasi aparat Satpol PP, DA mengaku bahwa dirinya dan AR sudah dua kali berhubungan intim di warnet tersebut. Keduanya sempat berkukuh tidak sengaja berbuat mesum, meski akhirnya mengaku, perbuatan tersebut dilakukan untuk merayakan ulang tahun AR. "Awalnya cuma nonton film biasa di warnet, tapi kemudian jadi lihat film porno," ungkap DA kepada petugas Satpol PP.
Razia kali ini dilakukan untuk mengantisipasi tidak terulangnya insiden percobaan perkosaan terhadap seorang siswi berjilbab oleh 4 siswa yang berhasil digagalkan jurnalis Cirebon.

Selain menyeret dua pelajar tersebut, Abraham mengatakan, petugas juga mengamankan sejumlah siswa lainnya yang kedapatan bolos sekolah. Pihaknya akan bekerja sama dengan dinas terkait, lanjut Abraham, untuk menertibkan warnet yang tidak berizin agar tak dijadikan tempat mesum pelajar.

Selain Kedawung, razia juga menyasar enam titik lain, di antaranya Sumber, Talun, Weru, Plered, Plumbon, maupun Palimanan. "Sekolah mestinya memberikan pembinaan untuk menghindari hal serupa terulang, maupun secara umum mengantisipasi tindakan sejenis di kalangan pelajar," jelasnya.

Sumber : http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20140904/171392/Rayakan-Ultah-Siswi-Berjilbab-Pesta-Seks-di-Warnet

GUNADARMA UNIVERSITY

GUNADARMA UNIVERSITY
Powered by Blogger.

visitors

About Me

Hai. I am Abdul Latief. Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran.

Labels

Popular Posts