Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor memperkirakan di bulan November akan terjadi longsor di sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor.  Ancaman longsor sangat besar mengingat musim kemarau yang berlangsung panjang dan membuat lapisan tanah kering.

"Setelah musim kemarau panjang, hujan akan turun lebat. Kondisi ini sangat berbahaya karena pergerakan tanah di Kabupaten Bogor yang tinggi, sehingga  potensi terjadinya longsor sangat  besar," kata Ketua BPBD Kabupaten Bogor, Yos Sudraja, di Bogor, Rabu (29/10).

Data BPBD Kabupaten Bogor, ada empat Kecamatan yang memiliki resiko tinggi terjadinya longsor, yaitu Leuwiliang, Cigombong, Nanggung dan Sukamakmur.
Selain itu, wilayah pertambangan Bogor Barat juga berpotensi terjadinya longsor, seperti di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin.


"Selain pergerakan tanah yang tinggi, kepadatan penduduk di beberapa wilayah tersebut juga tinggi. Kondisi ini sangat membahayakan karena kemampuan tanggap bencana masyarakat di sana juga rendah," katanya.

Di samping empat kecamatan rawan longsor, sebanyak 28 Kecamatan lainnya di Kabupaten Bogor juga teracam terjadi longsor karena lokasi wilayahnya berada di daerah perbukitan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Dramaga, Dedi Sucahyono manjelaskan, musim hujan akan terjadi pada awal November dengan intensitas 50-100 milimeter.
Ancaman tanah longsor kata Dedi juga bisa disebabkan retakan lengkung memanjang pada lereng dan juga bangunan di atas bukit atau pegunungan sehingga mempengaruhi beban tanah.

"Untuk itu, masyarakat harus siaga saat memasuki musim penghujan di bulan November mendatang. Saat hujan lebat, masyarakat agar lebih waspadai saat mendengar suara gemuruh atau patahan akar pohon," katanya.

Sumber : http://nasional.rimanews.com/peristiwa/read/20141029/180303/Bogor-Waspada-Longsor

0 comments:

Post a Comment

GUNADARMA UNIVERSITY

GUNADARMA UNIVERSITY
Powered by Blogger.

visitors

About Me

Hai. I am Abdul Latief. Jangan pernah menyesal setelah Anda mengungkapkan suatu perasaan. Karena jika demikian, Anda sama saja menyesali kebenaran.

Labels

Popular Posts